Transformasi Peran Tenaga Kependidikan melalui Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif
Perubahan lanskap pendidikan tinggi di era digital menuntut setiap tenaga kependidikan untuk bertransformasi, baik dalam peran, fungsi, maupun cara berpikir. Tenaga kependidikan tidak lagi hanya diposisikan sebagai pelaksana administratif, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung proses akademik, inovasi kelembagaan, dan penguatan tata kelola yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kursus digital Massive Open Online Courses (MOOC) ini disusun untuk memberikan ruang pembelajaran yang fleksibel, kolaboratif, dan aplikatif bagi tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi. Melalui pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), peserta diajak memahami konsep, strategi, dan praktik kepemimpinan kolaboratif serta inovatif yang relevan dengan konteks institusional mereka.
Materi kursus terdiri atas lima babak pembelajaran, yaitu:
1. Landasan & Konteks: Transformasi Tenaga Kependidikan
2. Kepemimpinan Kolaboratif dalam Pendidikan
3. Kepemimpinan Inovatif dan Kreativitas Organisasi Pendidikan
4. Implementasi, Manajemen Perubahan & Evaluasi
5. Sustainabilitas & Skala: Memperluas Dampak Transformasi
Setiap babak dirancang untuk mendorong peserta melakukan refleksi kritis, kolaborasi lintas fungsi, serta penerapan praktik inovatif di tempat kerja masing-masing.
Selain itu, kursus ini juga mengintegrasikan berbagai media interaktif seperti video, kuis formatif, forum diskusi, dan proyek mini (mini project) yang mendorong keterlibatan aktif peserta secara mandiri maupun kolaboratif.
Melalui program MOOC ini, diharapkan lahir tenaga kependidikan yang tangguh, adaptif, dan visioner — individu yang mampu memimpin perubahan di lingkungannya, menginspirasi rekan kerja, serta menciptakan budaya kerja yang kolaboratif dan inovatif.
“Transformasi dimulai dari kesadaran, diperkuat oleh kolaborasi, dan dilestarikan melalui inovasi.”
Capaian Pembelajaran
Setelah mengikuti kursus ini peserta mampu:
1. Mengidentifikasi kesenjangan peran tenaga kependidikan di institusinya melalui refleksi kritis.
2. Merancang strategi kolaborasi lintas unit yang mendukung penguatan layanan pendidikan tinggi.
3. Menghasilkan ide inovatif dalam bentuk mini project sederhana untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja.
4. Mengadaptasi praktik baik dari studi kasus perguruan tinggi lain ke dalam konteks lokal.
5. Menunjukkan komitmen sebagai agen perubahan melalui peran aplikatif sehari-hari.
Prasyarat Peserta
Kursus ini diperuntukkan bagi tenaga kependidikan, khususnya Pranata Laboratorium Pendidikan dan tenaga kependidikan akademik, yang saat ini aktif bertugas di lingkungan pendidikan. Peserta diharapkan memiliki komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran secara mandiri, terbuka terhadap proses refleksi dan pengembangan profesional, serta memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan perangkat dan platform pembelajaran digital.
Durasi Pelatihan
Pelatihan ini dilaksanakan dengan total beban belajar 20 Jam Pelajaran (JP), di mana 1 JP setara dengan 45 menit. Seluruh rangkaian pembelajaran dirancang untuk diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan, dengan alokasi pembelajaran 5 JP setiap minggu, sehingga peserta memiliki fleksibilitas untuk mengikuti kegiatan belajar secara bertahap dan mandiri sesuai dengan alur yang telah ditetapkan.
Komponen Penialian Kursus
Bapak dan Ibu Tenaga kependidikan berikut komponen penilaian kursus Transformasi Peran Tenaga Kependidikan Melalui Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif yang telah disesuaikan dengan komposisi penilaian yang Bapak tetapkan:
1. Pre-Test (10%)
Pre-test digunakan untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait konsep dasar transformasi peran tenaga kependidikan, kepemimpinan kolaboratif, dan kepemimpinan inovatif dalam organisasi pendidikan. Hasil pre-test berfungsi sebagai pemetaan awal kemampuan peserta sebelum mengikuti pembelajaran inti.
2. Kuis Formatif pada 5 Babak (50%)
Kuis formatif diselenggarakan pada setiap babak pembelajaran sebagai bagian dari proses penguatan pemahaman materi. Setiap kuis dirancang untuk mengukur penguasaan peserta terhadap konsep, prinsip, dan penerapan materi pada masing-masing babak, yaitu:
1. Landasan & Konteks: Transformasi Tenaga Kependidikan
2. Kepemimpinan Kolaboratif dalam Pendidikan
3. Kepemimpinan Inovatif dan Kreativitas Organisasi Pendidikan
4. Implementasi, Manajemen Perubahan & Evaluasi
5. Sustainabilitas & Skala: Memperluas Dampak Transformasi
Bobot penilaian kuis dibagi secara proporsional pada kelima babak dan menjadi komponen utama dalam evaluasi proses belajar peserta.
3. Post-Test (40%)
Post-test dilaksanakan setelah peserta menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran. Penilaian ini bertujuan untuk mengukur capaian pembelajaran akhir serta peningkatan pemahaman peserta secara komprehensif terhadap keseluruhan materi kursus, khususnya kemampuan analitis dan integratif dalam memahami transformasi peran tenaga kependidikan melalui kepemimpinan kolaboratif dan inovatif.
Staf Pengajar

Hartono, S.Pd., M.Pd.
Email: [email protected]
No.HP: 081392526599
Merupakan pengembang modul di Laboratorium Pengembangan Profesi Kependidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Bimbingan dan Konseling di Universitas Ahmad Dahlan dan melanjutkan studi S2 Bimbingan dan Konseling di Universitas Negeri Yogyakarta. Berbekal pengalaman lebih dari 13 tahun sebagai Pranata Laboratorium Pendidikan, Hartono aktif mengembangkan berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dan inovasi pembelajaran digital. Ia memiliki komitmen kuat dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan inovatif. Harapan besarnya adalah terwujudnya tenaga kependidikan yang mampu mentransformasi peran dan kontribusinya melalui kepemimpinan kolaboratif dan inovatif untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Bayu Waskitho, S.Pd.
Email: [email protected]
No.HP: 08562711149
Merupakan tenaga kependidikan yang berdedikasi di bidang pendidikan dan pengembangan teknologi pembelajaran. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada program studi Bimbingan dan Konseling dengan minat yang kuat terhadap penerapan teknologi dalam dunia pendidikan. Saat ini, Bayu berprofesi sebagai Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) di Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Dalam perannya, ia aktif mendukung kegiatan akademik dan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis digital. Memiliki keahlian di bidang teknologi komputer dan desain grafis, khususnya dalam pemanfaatan aplikasi desain untuk pembuatan materi visual edukatif dan konten digital pembelajaran. Dengan semangat belajar yang tinggi, berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi profesionalnya, berinovasi dalam mendukung transformasi digital pendidikan, serta memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi di lingkungannya.gi di lingkungannya.